Pendidikan Anak Sekolah Dasar
Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan peserta didik
dalam seluruh aspek kepribadian dan kehidupannya. Dengan demikian, pendidikan
seharusnya dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik
secara optimal baik dalam aspek fisik, intelektual, emosional, sosial, dan
spiritual.Namun demikian, pendidikan bukan semata-mata sebagai sarana untuk
menyiapkan individu bagi kehidupannya di masa depan, tetapi juga untuk
mengantar perjalanan hidup peserta didik yang sedang mengalami perkembangan
menuju kedewasaan. Fungsi yang mendasar dari pendidikan di SD adalah fungsi “edukatif” yang lebih menekankan kepada bagaimana peserta didik belajar dalam sebuah proses pembelajaran yang didasari dengan sikap asah, asih, dan asuh, sehingga benar-benar bermakna dan dapat dimengerti oleh peserta didik. Selain itu keterlibatan keluarga dan peranan guru di sekolah juga menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang konduksif.
menuju kedewasaan. Fungsi yang mendasar dari pendidikan di SD adalah fungsi “edukatif” yang lebih menekankan kepada bagaimana peserta didik belajar dalam sebuah proses pembelajaran yang didasari dengan sikap asah, asih, dan asuh, sehingga benar-benar bermakna dan dapat dimengerti oleh peserta didik. Selain itu keterlibatan keluarga dan peranan guru di sekolah juga menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang konduksif.
Sehubungan
dengan peran guru yang harus mampu berperan sebagai moderator, fasilitator, inovator,
dan seabrek peran yang lain, guru juga dituntut untuk mampu berfungsi sebagai
konselor bagi peserta didik yang mengalami gangguan dan masalah dalam proses
pembelajaran. Sayangnya tidak semua guru mampu berfungsi sebagai konselor,
sehingga kebutuhan peserta didik dalam hal ini menjadi terbengkalai.
Ketidakpedulian guru terhadap peserta didik yang lamban, introvert, egois, dan
agresif membuat peserta didik menjadi bertambah malas, acuh tak acuh, kurang
konsentrasi, malas, menarik diri dari lingkungannya, bahkan bisa sampai pada
taraf stres dan depresi. Fungsi edukatif sangat sesuai untuk pendidikan di SD
karena cocok dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik SD yang notabene
belum bisa mandiri dan masih berorientasi pada hal-hal yang bersifat konkrit
serta selalu mengacu pada contoh/teladan dari orang-orang di sekitarnya. Optimalisasi
potensi peserta didik dengan menciptakan proses pembelajaran yang kondusif dan
melalui perencanaan yang matang dan sistematis, akan memudahkan peserta didik
menyerap berbagai informasi yang mereka butuhkan dengan baik. Di samping itu
interaksi sosial bersama guru sebagai “pembimbing” dan teman sebagai “tutor
sebaya” sangat berpengaruh terhadap pencapaian prestasi yang lebih baik. Bahkan
dalam hal-hal tertentu peran tutor sebaya lebih dibutuhkan bagi peserta didik
daripada keterlibatan seorang guru, apalagi jika guru tidak mampu menjalin
hubungan yang “mesra” dengan peserta didiknya, artinya guru tidak tahu atau
tidak mau tahu akan kebutuhan peserta didiknya.
Ironisnya
masih banyak guru dan orang tua yang beranggapan bahwa peserta didik yang
unggul dalam mata pelajaran tertentu, seperti: Matematika, IPA, Bahasa, adalah
termasuk kategori peserta didik yang pandai, padahal mereka tentu memiliki
kelemahan dalam mata pelajaran yang lain. Seharusnya peserta didik yang
memiliki keunggulan dalam bidang lain, misalnya OR, musik, atau menari, juga
dikategorikan ke dalam peserta didik yang pandai, bukan lalu dimasukkan dalam
kelompok yang bodoh. Lebih menyedihkan lagi kegiatan remedial bagi yang belum
tuntaspun masih jauh dari harapan, artinya refleksi dari guru sering dilupakan,
tindaklanjut berupa bimbingan dan latihan tidak dilakukan. Kurang efektif jika
kegiatan remedial hanya sekedar memberi tugas kepada peserta didik untuk
belajar, lalu mengulang ujian/ulangan harian yang belum tuntas. Untuk itu
dibutuhkan evaluasi diri dari setiap kita yang terlibat dalam dunia pendidikan
agar lebih mampu menjadi panutan dan pendamping bagi anak-anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar